jump to navigation

Kucing Belang Mei 25, 2011

Posted by matematika prayitno14 in Uncategorized.
trackback

     Pada suatu hari seekor kucing yang cantik sedang termangu, ia berfikir untuk mendapatkan makanan yang enak. Sikucing yang dipanggil si belang berbadan besar ekornya panjang dan ujung ekor seperti ada ikatannya. Ia memiliki rambut yang tidak terlalu panjang, dan juga tidak tipis warnanya putih seluruh badannya kecuali kepala bagian atas berwarna hitam dan telinganya berwarna coklat. Selagi si Belang berjalan pinggulnya bergoyang-goyang seperti sengaja bergoyang pinggul.

     Pagi itu hari cerah banget, si Belang berjalan menyusuri perkebunan yang dipenuhi dengan tanaman pisang dan ubi kayu, diselah kanannya terdapat pohon mangga besar. pohon mangga yang menutupi sebagian tanah kebun itu tiba-tiba tertiup angin, berhenti seketika si belang. Dengan langkah cukup hati-hati si belang mulai melangkah lagi, kaget bukan kepalalang si Belang lalu lari seribu langkah. Sesekali si belang menengok kebelakang lalu dia menyelinap diantara pohon dengan nafas terengah-engah. Dibungkukkan badan si belang serta melipat kaki depan belakang sambil meneliti keadaan di sekelilingnya. Kanan dan kiri si Belang berdiri dengan tegak pohon jambu dan mangga dan diantaranya rerimbunan rumput yang tinggi menutupi badan si Belang. Kepala si Belang disenderkan ke pohon mangga sambil berfikir “aduh apa gerangan saya ini kenapa harus begini kejadiannya”. “ah… mungkin ini hanya ilusi saya aja” kata si Belang dalam hati. Tapi hati kecil si Belang “Kenapa saya melihat sendiri dan nyata” sambil memantapkan perasaan bahwa si Belang tidak buta dia menggosok-gosokan kaki kirinya kematanya dan bergantian dengan kaki kanan.

     “ah… capeknya bukan main”; “mungkin lebih baik aku harus tidur dulu”;”tapi perutku terasa keroncongan udah semalaman tidak merasakan sedikitpun makanan”. Mata si Belang melotot, telinganya mendengarkan suara dari jarak yang tidak terlalu jauh. “Wah.. rejeki buat saya kali, tapi kemana larinya yah….?” si Belang berfikir dan bertanya pada diri sendiri. Dengan langkah hati-hati si Belang melangkah satu persatu sambil memperhatikan diantara rerimbunan rumput dan pohon-pohon yang ada disekelilingnya. Satu langkah berhenti dua langkah berhenti, tiba-tiba si belang langsung melesat cepat menuju sesuatu yang dilihatnya. si belang berlari sekuat tenaga ssssssset, sibelang berhenti dan terdengar suara “cieeeeeettt”. Sibelang berbelok kearah kanan berlari cepat dan berhenti di suatu lubang kecil.

Komentar»

1. sinnas - November 26, 2011

kucing dan manusia sama hidung belang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: